free counters

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto saya
Aku orangnya perhatian (ngarang), pandai bergaul dengan lawan jenis atau sesama jenis (yang jLas bukan guy), terbuka oleh hal2 yang berbau teknologi electronika maupun komputer, jarang marah (kalau marah paling cuma banting TV), tidak sombong, rajin menabung (di perut), kalau buang air besar nyampe' setengah jam.

Followers

Followers

14 BLADES

Diposting oleh Rubi is one



Enam ratus tahun yang lalu, Dinasti Ming telah mengawali membentuk apa yang sekarang dikenal sebagai badan intelijen, sesuatu yang di zaman itu bukanlah sebuah kelaziman. Para pengawal pribadi sang kaisar ini pun direkrut dan dilatih dengan cara yang tidak lazim pula. Hasilnya, satu tim yang menjadi senjata paling ditakuti saat itu.

Para pengawal pribadi kaisar ini direkrut dari jalanan. Para anak yatim piatu yang tak punya rumah ini dikumpulkan dan dilatih berbagai ilmu bela diri dan dibekali senjata yang unik. Para pengawal ini selalu membawa empat belas bilah senjata tajam yang masing-masing punya fungsi sendiri. Delapan bilah senjata digunakan untuk menyiksa lawan sementara lima bilah digunakan untuk membunuh. Satu yang terakhir tak pernah mereka gunakan karena yang satu ini mereka simpan sebagai sarana bunuh diri jika misi mereka gagal.

Suatu ketika, kekaisaran berhasil direbut dan Qinglong (Donnie Yen) pengawal kaisar yang terbaik ditugaskan untuk mengambil daftar orang-orang yang masih setia pada sang kaisar. Tanpa sepengetahuan Qinglong, ternyata seluruh pasukan pengawal kaisar telah berhasil dikuasai musuh dan Qinglong harus berusaha sendiri untuk menggalang kekuatan merebut kembali kekuasaan dari tangan musuh.



Sejarah sumpit

Diposting oleh Rubi is one

Sumpit diciptakan bangsa Tiongkok dan sudah dikenal di Tiongkok sejak 3.000 hingga 5.000 tahun yang lalu. Sumpit telah digunakan jauh sebelum penggunaan sendok dan garpu di Eropa (pisau ditemukan terlebih dahulu, namun lebih sebagai senjata, baru kemudian dibentuk khusus sebagai alat makan). Penggunaan sumpit dikembangkan oleh Confusius (551-479 BC). Orang-orang Tionghoa yang waktu itu menganut Konghucu, menganggap penggunaan sendok dan garpu adalah semacam kekejaman, bagaikan senjata dingin.

Sumpit lebih mencerminkan keanggunan dan belas kasih, sebagai ajaran moral utama dari Konghucu. Di dalam masyarakat Tionghoa, makan bersama dianggap sebagai sarana mempererat tali persaudaraan dan kesempatan berkumpul dengan sanak keluarga dan teman-teman, sehingga penggunaan alat makan yang tajam harus dihindari. Oleh karenanya, alat yang dapat melukai orang tidak boleh ada diatas meja makan, itulah mengapa masakan Tiongkok (chinese food) biasanya sudah dipotong-potong ukuran kecil sebelum dimasak, agar tidak perlu lagi ada pisau dan garpu diatas meja makan.

Bagi orang Tionghoa yang terbiasa menggunakan sumpit sejak kecil untuk mengambil nasi dan lauk, tentu dapat menikmati makan menggunakan sumpit. Namun bagi orang barat yang tidak terbiasa, mereka akan kesulitan, terutama dalam menjumput nasi dari mangkok untuk dimasukkan kedalam mulut. Sebaiknya dalam menjamu mereka dengan Chinese Food yang memakai sumpit, beri mereka kesempatan untuk belajar menggunakan sumpit dengan memberikan contoh. Bila mereka tetap merasa tidak nyaman, pesankan juga sendok dan garpu.

Ada juga kepercayaan tradisional setempat mengenai sumpit. Bila kita menemukan sepasang sumpit yang ganjil (tidak sama tingginya) di meja makan, pertanda kita akan kehilangan harta. Menjatuhkan sumpit pertanda nasib buruk. Mencapkan sumpit tegak lurus diatas makanan yang akan dimakan tidak boleh, karena itu adalah penyajian makanan untuk orang mati (biasanya saat sembahyang Ceng Beng). Di restoran dimsum, bila selesai makan, sumpit boleh diletakkan bersilang di mangkok sebagai pertanda bagi pelayan bahwa Anda sudah selesai makan dan minta bon diantar.



donlot